Sponsor

Custom Search

Sabtu, 26 Februari 2011

Bisnis Tiket Pesawat

Kepada Para Calon Pengusaha / Entrepreneur

Sebuah peluang usaha yang biasa, namun memiliki peluang penghasilan luar biasa telah hadir di hadapan anda.
Anda tentu setuju bahwa bisnis tiket pesawat terbang adalah bisnis biasa. Namun anda juga pasti membenarkan bahwa selama ini anda hanya membeli tiket pesawat terbang dan membayar harganya namun tidak pernah menikmati se-sen-pun hasilnya. Padahal bisnis tiket pesawat terbang adalah bisnis yang bernilai Milyaran bahkan Trilyunan Rupiah.
Namun sejak saat ini, detik ini juga, anda akan ikut menikmati manisnya bisnis tiket pesawat terbang. Tanpa anda harus memiliki sebuah perusahaan travel agent.
Bahkan anda akan tetap menikmati hasilnya / komisi dari pembelian tiket yang dilakukan oleh orang lain, dan orang lain tersebut tidak pernah anda kenal sama sekali.

Manfaat Media Bisnis Tiket Pesawat Untuk Anda

Keuntungan Anda

Dengan menggunakan media ini, maka anda akan :

  • Mendapatkan peluang bisnis riil untuk mendapatkan penghasilan hingga milyaran rupiah setiap bulan.

  • Bisa melakukan pengecekan harga tiket pesawat, booking tiket pesawat bahkan cetak tiket pesawat langsung dari komputer anda, kapan saja dan dimana saja.

  • Memiliki usaha riil yakni bisnis tiket pesawat terbang dengan pangsa pasar yang sangat luas, yakni seluruh Indonesia.

  • Bisa menjual tiket pesawat tanpa harus memiliki travel agent.

  • Mendapatkan informasi tentang jadwal penerbangan, harga tiket dan ketersediaan seat langsung dari sistem airline, tanpa tergantung dengan travel agent manapun.

  • Bisa mendapatkan dan menjual produk yang eksklusif yaitu tiket pesawat terbang.

  • Mendapatkan pasif income setiap bulan yang berasal dari komisi pembelian yang dilakukan orang lain, bahkan yang tidak anda kenal sama sekali.

  • Bisa mendapatkan komisi walaupun tidak membeli tiket sendiri.

  • Tidak harus berjualan, berpromosi, dll.

  • Keanggotaan Bisnis Tiket Pesawat untuk selamanya.


  • Berapa Potensi Pendapatan Anda??

    Dengan bergabung di Bisnis Tiket Pesawat anda memiliki peluang penghasilan yang sangat luar biasa.
    Potensi Penghasilan
    Potensi penghasilan yang bisa anda hasilkan bernilai milyaran rupiah setiap bulan untuk selamanya. Selama industri penerbangan masih tetap ada, dan ada orang yang membeli tiket, maka anda akan tetap mendapatkan komisinya.

    Siapa Saja Yang Bisa Bergabung??

    Siapapun diri anda, anda bisa bergabung dan memanfaatkan Bisnis Tiket Pesawat. Jika anda termasuk dalam kategori orang-orang di bawah ini, maka bisnis ini sangat cocok untuk anda.
  • Sekretaris, yang sering diminta tolong oleh pimpinan perusahaan untuk mencarikan tiket pesawat.

  • Public Relation, Protokoler, HRD, Marketing yang sering melakukan perjalanan dengan pesawat terbang dan berhubungan dengan banyak orang.

  • Mahasiswa yang ingin berlatih untuk berusaha, berhubungan dengan banyak orang, mandiri secara finansial dan tidak menggantungkan biaya dari orang tua.

  • Karyawan yang ingin menambah penghasilan bahkan bermimpi memiliki kebebasan finansial.

  • Penganggur yang tidak memiliki aktifitas namun tidak ingin waktunya sia-sia.

  • Pencari Peluang yang selalu membuka mata dan telinga untuk meningkatkan taraf hidupnya.

  • Semua orang yang ingin berhasil, berlatih berusaha, berlatih menjadi pengusaha dan tidak ingin menjadi kuli bagi orang lain.


  • Apakah anda sudah siap untuk Bergabung

    Baca Selengkapnya......

    Jumat, 18 Februari 2011

    Kisah Seorang Ibu Tua

    Ini cerita dari Jepang kuno. Mudah2an bisa diambil hikmahnya...(cerita ini gw dapat dr buku pelajaran bhs Jepang)

    Konon pada jaman dahulu, di Jepang ada semacam kebiasaan untuk membuang orang lanjut usia ke hutan. Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya.

    Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.
    "Bu, kita sudah sampai",kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya.
    Si ibu , dengan tatapan penuh kasih berkata:"Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus. Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang.
    Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan. Makanya ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan".
    Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak. Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis. Dia membawa kembali ibunya pulang, dan ,merawatnya dengan baik sampai ibunya meninggal dunia.

    Mungkin cerita diatas hanya dongeng. Tapi di jaman sekarang, tak sedikit kita jumpai kejadian yang mirip cerita diatas. Banyak manula yang terabaikan, entah karena anak-anaknya sibuk bisnis dll. Orang tua terpinggirkan, dan hidup kesepian hingga ajal tiba. kadang hanya dimasukkan panti jompo, dan ditengok jkalau ada waktu saja.

    Kiranya cerita diatas bisa membuka mata hati kita, untuk bisa mencintai orang tua dan manula. Mereka justru butuh perhatian lebih dari kita, disaat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan yang maha kuasa. Ingatlah perjuangan mereka pada waktu mereka muda, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, membekali kita hingga menjadi seperti sekarang ini.

    Baca Selengkapnya......

    Cinta Seorang Ibu


    Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya
    Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
    Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
    Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi

    Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi

    Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”

    Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya

    Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
    Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
    pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
    di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi

    Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”


    Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
    Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman

    Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan

    Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya

    Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba

    Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang

    Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
    Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat

    Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

    Tahukah anda apa yang terjadi?

    Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
    dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
    dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng

    Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
    Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
    Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya

    Baca Selengkapnya......

    Bekerja dengan cinta

    Wanita paruh baya itu berperawakan pendek dan sedikit gemuk. Beberapa helai uban turut menghiasi mahkota kepalanya yang diikat dengan penjepit rambut. Namun raut wajah bulat telur itu seakan tak pernah sekalipun terlihat cemberut. Ia selalu tampak riang, sehingga menyembunyikan parasnya yang jelas telah digurati keriput.

    Wanita itu memang tidak terlalu rentan, tetapi kekuatan dan kegesitan di masa mudanya niscaya telah direnggut usia. Karenanya, percayakah bahkan dari dirinya pun akan ada sebuah pelajaran tentang makna cinta?

    * * *

    Selalu…

    Sabtu adalah hari yang ditunggu. Hari di mana nafas bisa dihela dengan panjang, dan sejenak mengistirahatkan raga dari rentetan kesibukan yang melelahkan. Saatnya pula untuk menikmati kebersamaan dengan seisi anggota keluarga. Sehingga, berbelanja di sebuah supermarket dekat rumah pun menjadi hiburan yang tak kalah meluahkan kebahagiaan.

    Namun sepertinya tidak bagi wanita itu. Bagaikan tak mengenal hari libur, nyaris setiap waktu sosoknya selalu kutemui di sekitar kokusai kouryuu kaikan serta kampus.


    Layaknya hari kerja, dikemasnya sampah-sampah yang berserakan serta dipisahkan antara yang terbakar dan tidak. Lantas ditaruhnya pada plastik yang berbeda warna. Sebentar kemudian diambilnya kain untuk mengelap kursi dan meja. Tak lupa, dengan vacuum cleaner dibersihkannya juga permukaan lantai. Setelah selesai ia segera beranjak ke toilet, lalu dengan mengenakan sarung tangan plastik dibersihkannya bekas kotoran manusia tersebut tanpa raut muka jijik.

    Ia seperti tak peduli rasa lelah atau letih, walaupun terlihat pakaian seragam cleaning service biru mudanya telah basah bersimbah keringat. Tak juga kepenatan menyurutkan keramahannya untuk bertegur sapa dengan siapa saja saat bertemu muka.

    Wanita itu entah siapa namanya. Hanya dengan panggilan obachan ia biasa disapa. Saat bersua denganku, juga selalu disempatkannya bertanya kabar. Bahkan ia pernah bercerita panjang lebar tentang anak-anak serta cucunya karena sering melihatku berjalan-jalan dengan keluarga. Beberapa kali pula saat usai kerja kulihat ia sedang berbelanja, masih lengkap dengan seragam biru mudanya. Lantas ditaruh barang-barang tersebut dikeranjang, dan perlahan dikayuhnya pedal sepeda tua untuk beranjak pulang.

    Entahlah, rasanya tak ada perasaan iri dihatinya saat di hari libur ia ternyata harus bekerja, sementara aku justru berleha-leha. Ia bahkan tetap saja semangat bekerja dengan penuh suka cita. Begitu pula dengan obachan dan ojichan lain yang pernah kutemui, mereka selalu asyik menikmati pekerjaannya. Mencabut rumput liar di pekarangan kampus ketika musim panas, menyapu jalanan dari daun yang berserakan pada musim gugur, bahkan dengan bersusah payah turut menyerok tumpukan bongkahan salju di musim dingin.

    Terlihat betapa bergairahnya mereka ketika memang waktunya harus bekerja. Gairah dalam bentuk kesungguhan dalam menekuni apapun jenis pekerjaan, yang mungkin tak dipandang orang walau dengan sebelah mata. Karenanya, tak terdengar ngalor-ngidul obrolan hingga jam istirahat tiba untuk sejenak melepaskan lapar dan dahaga. Berselang satu jam kemudian, mereka akan kembali sibuk menekuni pekerjaannya. Senantiasa egitu, dari waktu ke waktu.

    Rutinitas mereka mungkin tidaklah istimewa. Bekerja demi memperoleh sedikit nafkah atau sekedar menghabiskan waktu luang, tentu lebih baik dari bermalas-malasan di rumah. Terlebih-lebih itu adalah pekerjaan kasar, bukan kerja kantoran yang menyenangkan dengan penyejuk atau pemanas ruangan.

    Lalu mengapa mereka selalu saja bekerja seolah tak pupus oleh lelah? Bahkan bekerja bagaikan sebuah energi yang tak kunjung padam, mengalir dalam pembuluh darah serta menggerakkan jiwa dan raganya.

    Sekejap akupun tepekur, kemudian mahsyuk merenung…

    Dan kulihat ada gairah membara yang berpendar dari balik kerut-merut kelopak mata tua itu. Seolah sinar matanya menyiratkan pesan agar bekerjalah dengan cinta. Karena bila engkau tiada sanggup, maka tinggalkanlah. Kemudian ambil tempat di depan gapura candi untuk meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan suka cita. (Kahlil Gibran). Wallahu a’lamu bish-shawaab.
    -Abu Aufa-

    Catatan:
    - Kokusai kouryuu kaikan: International House
    - Obachan: wanita berumur, setengah tua
    - Ojichan: pria berumur, setengah tua

    Baca Selengkapnya......

    Kamis, 17 Februari 2011

    Hadapi Masalahmu

    Dalam mengarungi kehidupan ini, adakalanya kita dihadapkan pada badai kehidupan. Ada hal yang dapat kita ambil pelajaran dari seekor elang.

    Elang mampu terbang tinggi dengan melewati angin yang kencang dan badai menerpanya.  Apakah sahabat tau apa yang dilakukan elang saat badai menghampirinya? Ada hal yang menarik disini yang dapat kita pelajari.

    Elang akan terbang ke tempat yang tinggi dan menunggu angin dan badai sambil membuka lebar-lebar sayapnya. Ketika badai datang, maka angin akan mengambil dan mengangkat tubuh elang ke atas badai. Sementara badai mengamuk di bawah, elang ini melonjak di atasnya.
    Elang tidak luput badai. Ini adalah cara sederhana untuk memanfaatkan badai untuk mengangkat tubuhnya lebih tinggi. Elang terbang tinggi bersama angin yang membawa badai.

    Ketika badai kehidupan datang kepada kita – dan kita semua akan mengalami
    seperti yang elang alami – kita dapat naik di masalah dengan menetapkan pikiran kita dan keyakinan kita bahwa kita akan melewati masalah itu. Badai tidak harus kita atasi. Tapi kita punya pilihan untuk memanfaatkan  masalah untuk meningkatkan kualitas kita.

    Masalah bukanlah beban yang memberatkan kehidupan kita, namun ini adalah pelajaran dan pendidikan dari Allah, ini adalah cara untuk menaikkan kualitas kita. dan pelajaran  bagaimana menangani masalah dengan berbekal keyakinan dan kemantapan hati. Bukan dengan keputusasaan dan ketakutan.  Tidaklah masalah  menimpa suatu kaum, melebihi kemampuan kaum itu.
    Saat masalah itu datang, lebarkan hati dan katakan, selamat datang masalah.

    Baca Selengkapnya......

    Produktivitas

    Mungkin kita terbiasa untuk menuntaskan apa yang semestinya kita kerjakan setiap hari dengan berkerja keras di akhir pekan. Namun sahabat, bukan itu makna dari tujuh hari dalam seminggu.
    Ketika seseorang ingin sembuh dari penyakit, ia harus minum obat setiap hari; bukan dengan meminum seluruh dosis di akhir pekan.
    Begitu pula agar seorang siswa dapat naik kelas, maka ia harus mengerjakan pelajaran dan belajar setiap malam; bukan membaca bertumpuk buku sehari menjelang ujian.
    Ini adalah prinsip sederhana dari produktivitas.
    Produktivitas bukanlah  sekedar menghasilkan apa yang dapat kita hasilkan sekarang atau esok. Namun, produktivitas adalah menjaga agar manfaat dari hasil itu bisa diperoleh sebaik-baiknya hingga di masa-masa mendatang. Mungkin anda bisa menghafal semua pelajaran anda dalam waktu semalam, namun jangan menyesal jika itu hanya bertahan semalam pula. Karena itu, produktivitas selalu berkenaan dengan waktu. Sedangkan waktu adalah ketekunan, kesabaran, dan ketahanan diri.

    Kata kata bijak motivasi hari ini
    Begitu memutuskan, segeralah bertindak. (Maximilien Robespierre)
    Pilihlah untuk bertindak, ketimbang menunda. (Og Mandino)

    Gelas kotor akan terasa ringan jika segera kita cuci, akan terasa berat jika kita pegang dan cuci setelah seminggu kemudian.


    Baca Selengkapnya......

    Cinta Seorang Anak

    (written by Cristine Wili)

    Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki,
    wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku,
    memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini
    memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain
    saja.
    Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya
    membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun
    melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya
    menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga
    Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan
    membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

    Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa
    stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu
    melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu
    menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal
    dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi
    semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya
    mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya
    pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang
    sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya
    tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar
    hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak
    kejadian itu.
    Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia
    Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat
    buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah
    sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah
    berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah
    perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi
    yang mengingatnya.
    Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti
    sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari
    betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintas
    kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Sore
    itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad
    dengan pandangan heran menatap saya dari samping. “Mary, apa yang
    sebenarnya terjadi?”
    “Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal
    yang telah saya lakukan dulu.” aku menceritakannya juga dengan
    terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah
    memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis
    saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.
    Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari
    hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya
    tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric…
    Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada
    sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya
    mengamatinya dengan seksama… Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali
    potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan
    Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap
    sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.
    Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala
    ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
    “Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”
    Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal
    dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”
    Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10
    tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus
    menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega,
    saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya.
    Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah,
    namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan
    yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis
    setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…”
    Saya pun membaca tulisan di kertas itu…
    “Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah sama
    Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji
    kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…”
    Saya menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan…
    katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang!
    Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”
    Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.
    “Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric
    telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya
    sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan
    di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut
    apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya
    ada di dalam sana… Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari
    belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang
    lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”

    Baca Selengkapnya......